Cara membentuk fi'il amr dari fi'il mudhari' dalam kaidah nahwu.
Pembentukan fi'il amr (kata kerja perintah) berasal dari bentuk fi'il mudhari' (mukhathab / lawan bicara) melalui 4 langkah baku dalam kaidah Nahwu.
1.Tentukan Fi'il Mudhari' Mukhathab:
Ambil bentuk fi'il mudhari' untuk kata ganti orang kedua (lawan bicara), misalnya أَنْتَ (anta).
Contoh: Kata تَكْتُبُ (taktubu - kamu sedang menulis).
2. Buang Huruf Mudhara'ah
Hapus huruf mudhara'ah (تـ) yang ada di awal kata.
Hasil sementara: كْتُبُ (ktubu).
3. Tambahkan Hamzah Washal (Jika Diperlukan):
Wajib jika huruf awal setelah pembuangan berharakat sukun.
Karena huruf pertama (كْ) berharakat sukun dan tidak bisa dibaca langsung, tambahkan Hamzah Washal (ا) di depan kata. Harakat hamzah ditentukan oleh 'ain fi'il (harakat huruf ketiga):
Dhammah (ُ): Jika 'ain fi'il berharakat dhammah اُ (contoh: اُكْتُبُ).
Kasrah (ِ) / Fathah (َ): Jika 'ain fi'il berharakat fathah atau kasrah اِ (contoh: اِذْهَبُ / اِجْلِسُ).
4. Sukunkan atau Sukunkan Akhir Kata (Jazam):
Ubah harakat huruf terakhir sesuai hukum bina fi'il amr:
- Shahih Akhir: Ubah harakat akhir menjadi sukun (contoh: اُكْتُبْ - Uktub!).
- Mu'tal Akhir: Buang huruf 'illat-nya (contoh: تَدْعُوْ - اُدْعُ).
- Af'alul Khamsah: Buang huruf Nun di akhir (contoh: تَكْتُبُوْنَ - اُكْتُبُوْا).
Posting Komentar untuk "Cara membentuk fi'il amr dari fi'il mudhari' dalam kaidah nahwu."