Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Makhraj Dan Sifat Huruf Hamzah

Huruf Hamzah (أ / ء) memiliki karakteristik tersendiri dalam tata cara pengucapan (makhraj) dan sifat-sifat hurufnya dalam ilmu tajwid. Berikut adalah penjelasan rinci mengenai makhraj dan sifat huruf Hamzah:

1. Makhraj Huruf Hamzah

Makhraj (tempat keluar) huruf Hamzah adalah di Aqsahl Halq (أَقْصَى الحَلْق), yaitu tenggorokan bagian bawah/terdalam (area yang paling dekat dengan dada atau pita suara). Huruf Hamzah keluar dari tempat yang sama dengan huruf Ha' (هـ).

2. Sifat-Sifat Huruf Hamzah

Huruf Hamzah memiliki 5 sifat yang berlawanan (lazimah) dan tidak memiliki sifat yang tidak berlawanan (ghairu lazimah). Kelima sifat tersebut adalah:

  1. Al-Jahr (الجَهْر): Jelas/tertahan napas. Ketika mengucapkan huruf Hamzah, aliran napas tertahan kuat karena pita suara merapat.
  2. Asy-Syiddah (الشِّدَّة): Kuat/tertahan suara. Ketika mengucapkan Hamzah (terutama saat sukun/mati), aliran suara tertahan secara sempurna pada makhrajnya.
  3. Al-Istifal (الاِسْتِفَال): Rendah. Saat mengucapkan Hamzah, posisi lidah bagian belakang turun (merendah) di dasar mulut, sehingga Hamzah termasuk huruf yang tipis (tarqiq).
  4. Al-Infitah (الاِنْفِتَاح): Terbuka. Saat mengucapkan Hamzah, lidah tidak melekat pada langit-langit atas, melainkan ada ruang terbuka di antaranya.
  5. Al-Ismat (الإِصْمَات): Diam/tertahan. Pengucapan huruf Hamzah dinilai berat atau tidak lancar/cepat, berbeda dengan huruf-huruf Idhlaq (yang keluar dari ujung lidah/bibir).

Catatan Penting dalam Mengucapkan Hamzah:

Sifat Syiddah dan Jahr yang kuat: Karena Hamzah memiliki kombinasi tertahannya napas (Jahr) dan tertahannya suara (Syiddah), mengucapkannya saat sukun (mati) harus tegas dan jelas (misal: Ya'kuluun - يَأْكُلُوْنَ, bukan dibaca mengambang atau mendesing).

Bukan huruf Qolqolah: Walaupun suara dan napas tertahan kuat saat sukun, Hamzah tidak boleh memantul (qolqolah). Contohnya, kata يَأْتِيْ (Ya'tii) tidak boleh dibaca memantul menjadi Ya-e-tii.

Selalu dibaca Tipis (Tarqiq): Karena memiliki sifat Istifal, Hamzah harus selalu dibaca tipis, terutama ketika berdampingan dengan huruf tebal. Contohnya pada kata الله (Alloh), huruf Hamzah di awal harus dibaca tipis (A-) baru kemudian lam jalalahnya tebal (-lloh), bukan dibaca tebal sejak awal (O-lloh).

Posting Komentar untuk "Makhraj Dan Sifat Huruf Hamzah"