Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian mad shilah sughro dalam kaidah ilmu tajwid

Dalam ilmu tajwid, Mad Shilah Sughra (مد صلة صغرى) adalah salah satu hukum bacaan mad (pemanjangan suara) yang terjadi apabila ada Ha Dhamir (ه — kata ganti orang ketiga tunggal laki-laki) berada di antara dua huruf yang hidup (berharakat, bukan sukun).

Kata shilah artinya hubungan, sedangkan sughra artinya kecil atau pendek.

Syarat Terjadinya Mad Shilah Sughra

Hukum ini berlaku jika memenuhi syarat-syarat berikut:

  1. Ha Dhamir berharakat dammah atau kasrah.
  2. Ha Dhamir tersebut diapit oleh dua huruf yang hidup (huruf sebelum dan sesudahnya sama-sama memiliki harakat, baik fathah, kasrah, maupun dammah).
  3. Huruf hidup setelah Ha Dhamir tersebut bukan huruf Hamzah (ء). Jika setelahnya adalah Hamzah, maka hukumnya berubah menjadi Mad Shilah Kubra.

Panjang Bacaan

Cara membaca Mad Shilah Sughra adalah dipanjangkan sebanyak 2 harakat (1 alif), setara dengan panjang Mad Thabi'i.Catatan: Jika Anda membaca Al-Qur'an mushaf standar Madinah, hukum ini ditandai dengan simbol wawu kecil setelah Ha Dhamir berharakat dammah, atau ya kecil setelah Ha Dhamir berharakat kasrah.

Contoh dalam Al-Qur'an

Contoh 1 (Ha Dhamir Dammah):

إِنَّهُۥ كَانَ

(Innahuu kaana)

Perhatikan huruf هۥ (huu) dibaca panjang 2 harakat karena terletak di antara huruf Nun (ن) yang hidup dan Kaf (ك) yang hidup.

Contoh 2 (Ha Dhamir Kasrah):

بِهِۦ بَصِيرًا

(Bihiii bashiiran)

Perhatikan huruf هِۦ (hii) dibaca panjang 2 harakat karena terletak di antara huruf Ba (ب) yang hidup dan Ba (ب) berikutnya yang juga hidup.

Pengecualian (Penting)

Tidak Dibaca Mad (Pendek): 

Jika huruf sebelum atau sesudah Ha Dhamir berupa huruf mati/sukun, maka tidak terjadi Mad Shilah.Contoh: {عَنْهُ} (Anhu) – Huruf sebelum Ha adalah Nun sukun, maka dibaca pendek.

Pengecualian Khusus (Riwayat Hafs 'an Ashim):

  • QS. Al-Furqan ayat 69: Pada lafal وَيَخْلُدْ فِيهِۦ مُهَانًا, huruf sebelum Ha adalah sukun (Ya mati), tetapi tetap dibaca panjang 2 harakat (Fiihiii muhaana). Ini dilakukan untuk tujuan mubalaghah (menegaskan hinanya siksaan).
  • QS. Az-Zumar ayat 7: Pada lafal يَرْضَهُ لَكُمْ, semua syarat terpenuhi (diapit dua huruf hidup), namun Ha Dhamir di sini justru dibaca pendek (Yardlahu lakum).

Posting Komentar untuk "Pengertian mad shilah sughro dalam kaidah ilmu tajwid"